Sunday
2018-12-16
9:13 PM
SHARE
Parung on Facebook
Parung

member on facebook
KALENDER
«  March 2011  »
SuMoTuWeThFrSa
  12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031
Recommendations
Entries archive
Our poll
Rate my site
Total of answers: 2
Site friends
BudaxCiook Almanhaj
Statistics

Total online: 1
Guests: 1
Users: 0

P a r u n g

Main » 2011 » March » 10 » Valentine Hari Kasih Yang Semu
2:45 PM
Valentine Hari Kasih Yang Semu

Memasuki bulan februari di Negara islam terbesar (Indonesia) yang
berpenduduk ± 220 juta jiwa, mayoritasnya menganut agama islam ada suatu
pemandangan yang menimbulkan tanda tanya besar bagi setiap muslim.
Toko-toko swalayan menyediakan; bunga- bunga berwarna merah, kartu-kartu
ucapan selamat yang umumnya berlogo cheo pad (dewa cinta dalam
keyakinan romawi kuno), hotel-hotel dan restoran mewah menyediakan paket
valentine, siaran radio dan televisi disusun sedemikian rupa untuk
memeriahkan hari valentine yang jatuh pada tanggal 14 februari.

Apakah ini tradisi islam? Kalau tidak,kenapa orang yang mengaku dirinya
beragama islam ikut merayakannya? Lalu apa solusinya sehingga umat
mayoritas tidak mengekor kepada umat minoritas? Uraian berikut mungkin
 

dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan ini.

Sejarah hari valentine:

Beberapa referensi menjelaskan bahwa hari valentine adalah hari kasih sayang
bangsa romawi yang menganut Animisme yang dirayakan semenjak 17 abad
yang silam, sebagai ungkapan kasih sayang dewa.

Peringatan ini
berasal dari sebuah legenda bahwa Romelius pendiri kota Roma disusui
oleh seekor serigala sehingga ia tumbuh menjadi orang yang berbadan kuat
dan berakal cerdas.

Maka bangsa Romawi mengabadikan peristiwa tersebut pada pertengahan bulan Februari dengan prosesi perayaan sebagai berikut:
"Seekor
anjing dan domba disembelih,lalu dipilih dua orang perjaka yang
berbadan tegap untuk dilumuri tubuhnya dengan darah anjing dan
domba.Setelah dilumuri darah anjing dan domba mereka dimandikan dengan
air susu.Lalu diarak keseluruh penjuru kota sambil memegang cambuk yang
terbuat dari kulit.Di sepanjang jalan para wanita romawi menyambut
hangat lesatan cambuk ke tubuhnya,karena diyakini berkhasiat
menyembuhkan penyakit dan mudah mendapat keturunan".


Hubungan Valentine dengan perayaan di atas:

Valentine adalah nama seorang penganut Kristen yang dibunuh oleh Claudius pada
tahun 296 M. melalui sebuah penyiksaan karena dia pindah agama dari
seorang penganut Animis Romawi menjadi seorang Kristiani. Setelah bangsa
Romawi memeluk agama Kristen mereka tidak membuang tradisi Animis
tersebut tetapi menggantinya dengan memperingati hari kematian Valentine
sebagai tokoh penyebar cinta dan damai dan prosesi peringatannya
dimodifikasi menjadi:

"Mereka membuat sebuah perkumpulan massa,
lalu menulis nama-nama wanita yang telah memasuki umur nikah pada lembar
kertas, lalu digulung. Kemudian dipanggil seorang pemuda untuk
mengambil satu kertas dan membukanya. Nama wanita yang tertulis dikertas
tersebut akan menjadi pasangannya selama setahun, andai setelah satu
tahun hidup bersama tanpa nikah mereka merasa serasi mereka
melanjutkannya dengan pernikahan. Andai tidak ada keserasian maka pada
hari valentine tahun mendatang mereka berpisah".


Perayaan ini ditentang oleh para tokoh agama saat itu dan mereka mengeluarkan
larangan memperingatinya karena dianggap merusak akhlak para pemuda dan
pemudi. Tidak ada informasi yang jelas tentang siapa yang menghidupkan
kembali tradisi ini. Beberapa cerita mengungkapkan bahwa di Inggris
orang-orang memperingatinya sejak abad XV M.

Sikap seorang muslim terhadap hari valentine:
  1. Dari asal-usulnya kita ketahui bahwa perayaan hari valentine adalah suatu
    upacara suci orang-orang Romawi yang Animis sebagai ungkapan cinta
    kepada dewa mereka. Tradisi ini adalah tradisi syirik tak ubahnya
    bagaikan ritual orang-orang Arab penyembah berhala mengungkapkan cinta
    berhala yang berada di sekeliling Ka'bah dengan cara mengelilinginya
    dalam keadaan telanjang tanpa memakai sehelai benangpun sambil bertepuk
    tangan dan bersiul, sebagaimana yang Allah jelaskan:

    وَمَا كَانَ صَلاَتُھُمْ عِنْدَ البَيْتِ إِلاَّ مُكَاءً وَتَصْدِيَةً فَذُوْقُوْا

    العَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُوْن
    "Sembahyang mereka di sekitar Baitullah itu, lain tidak hanyalah siulan dan tepukan
    tangan.Maka rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu"
    .(Q.S. Al Anfaal: 35).

    Lalu
    tradisi ini dihapus Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam setelah
    menaklukkan kota Mekkah dan membersihkannya dari kesyirikan, dan Allah
    mengancam orang-orang yang melakukannya dengan siksaan yang pedih.
  2. Kemudian umat kristen Romawi mengadopsi tradisi ini dengan merayakan kematian
    Valentine sebagai lambang penebar cinta dan damai, akan tetapi itu cuma
    slogan karena prosesi perayaannya tak lebih dari kesempatan mencari
    pasangan haram untuk setahun kedepan bagaikan kucing yang mencari
    pasangannya untuk musim kawin di bulan Februari. Dan ini bertentangan
    dengan ajaran Kristen sehingga para pendeta melarangnya. Wahai umat
    islam sadarlah! perayaan valentine adalah bid'ah dalam agama Kristen dan
    dilarang untuk dirayakan pada awal masanya oleh para pendeta. Kenapa
    anda mau menghidupkannya kembali? Sungguh para pendeta tersebut lebih
    berakal daripada orang yang mengaku islam akan tetapi ikut merayakannya.
  3. Sebagain besar umat islam yang ikut merayakan valentine dengan saling berkirim
    kartu ucapan valentine atau menghadiahkan bunga mawar atau saling
    berkirim surat cinta atau ikut mengadakan atau hanya sekedar menghadiri
    acaranya. Umumnya mereka mengajukan alasan sebagai berikut:

    • Para pemuda-pemudi beralasan bahwa mereka hanya memanfaatkan kesempatan
      valentine untuk mencari pasangan hidup yang setia.
    • Para pria dan wanita yang sudah berumah tangga beralasan bahwa hari
      valentine adalah kesempatan untuk melanggengkan rumah tangga dengan
      saling mengungkapkan rasa cinta.
    • Orang-orang
      yang memiliki teman sejawat, sekantor, seprofesi yang beragama Kristen
      beralasan bahwa hari valentine adalah kesempatan untuk mempererat
      hubungan.

    Alasan yang mereka ajukan laksana menegakkan benang basah, sadar ataupun tidak mereka termasuk dalam ancaman sabda Nabi:

    مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَُهُوَ مِنْھُمْ

    "Barang siapa yang meniru tradisi suatu kaum maka dia dia adalah bagian dari kaum tersebut". (H.R. Ahmad.)

    Maka orang islam yang ikut memeriahkan hari valentine sesungguhnya dia
    adalah bagian dari umat Nasrani atau bagian dari kaum Animis romawi kuno
    –na'uzubillah-.

    Untuk para pemuda dan pemudi islam yang kehilangan jati diri!
    perayaan valentine bukanlah hari baik untuk mencari jodoh, karena ia
    merupakan perayaan syirik, walaupun anda mendapatkan pasangan setia saat
    itu di dunia sungguh dia bukan pasangan anda sejati, apalagi nanti di
    akhirat (mungkin juga di dunia) anda dan dia akan saling bermusuhan,
    karena pasangan yang sejati adalah pasangan yang bertakwa dan
    orang–orang bertakwa tidak akan mau menghadiri perayaan syirik semacam
    itu.
    Allah ta'ala berfirman:

الأَ خِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلاَّ الْمُتَّقِينَ
    "Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa".
    (Q.S. Az Zukhruf :67)

    Untuk Pasutri muslim yang lentera cintanya mulai redup!
    Memanfaatkan kesempatan syirik hanya akan memadamkan lentera cinta anda
    yang mulai redup dan akan menyulut api yang akan membakar rumahtangga
    anda.

    Untuk muslim dan muslimat yang tidak kenal lawan dan kawan!
    Allah tidak melarang anda untuk berteman dengan orang diluar islam,
    akan tetapi Allah melarang anda menaruh rasa cinta terhadap mereka dan
    lebih parah lagi jika anda mengungkapkannya dalam bentuk berkirim kartu
    atau hadiah di kesempatan syirik itu. Allah ta'ala berfirman:

    لاَ تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ

    يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ

    أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ أُولَئِكَ كَتَبَ

    فِي قُلُوبِهِمُ الإِيمَانَ وَأَيَّدَهُمْ بِرُوحٍ مِنْهُ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ

    تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ

    وَرَضُوا عَنْهُ أُولَئِكَ حِزْبُ اللَّهِ أَلاَ إِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ


    "Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat,
    saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan
    Rasul-Nya, Sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau
    saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Meraka Itulah orang-orang yang
    telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan
    pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam
    surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di
    dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas
    terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka Itulah golongan Allah.
    Ketahuilah, bahwa Sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang
    beruntung"
    .

Realita banyaknya umat islam yang ikut merayakan
hari kasih- sayang ini sangat mengherankan padahal dalam agama islam
telah menjelaskan secara lengkap tentang cara memelihara dan menuai
cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, cinta kepada sesama muslim dan
muslimat. Mereka bagaikan 'Bani Israel' yang menukar makanan dari langit
dengan ketimun, bawang putih, kacang adas, dan bawang merah, sungguh
barter yang sia-sia.

Cinta dalam islam merupakan salah satu pilar penting dalam beribadah, ibadah yang tidak didasari rasa cinta akan terasa hampa.
Sedangkan ungkapan cinta kepada Allah dapat dipupuk dengan hal-hal berikut:


a. Mengikuti ajaran Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam :

...قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي

Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah Aku". (Q.S. Ali Imran: 31 )

b. Melakukan amalan fardhu dan sunat, Nabi saw. bersabda:

وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِيْ بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَیْهِ.

وَمَا يَزَالُ عَبْدِيْ يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ:

فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِيْ يَسْمَعُ بِهِ،

وَبَصَرَهُ الَّذِيْ يُبْصِرُ بِهِ ، وَيَدَهُ الَّتِيْ يَبْطِشُ بِهَا،

وَرِجْلَهُ الَّتِيْ يَمْشِيْ بِهَا ، وَإِنْ سَأَلَنِيْ أَعْطَیْتُهُ،

وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِيْ لَأُعِیْذَنَّهُ




" Dan tidaklah seorang hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Kucintai
daripada perbuatan yang telah Kuwajibkan dan hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan melaksanakan amalan-amalan sunah hingga Aku mencintainya, maka apabila Aku telah mencintainya
Aku menjadi pendengarannya yang ia mendengar dengan pendengaran tersebut, Aku menjadi penglihatannya yang ia melihat dengan penglihatan tersebut, Aku menjadi tangannya yang ia bekerja dengan tangan tersebut, dan Aku menjadi kakinya yang ia berjalan dengan kaki tersebut. Andai ia minta kepada-Ku niscaya Aku beri, dan andai ia minta perlindungan-Ku, akan Kuberi” .(HR. Bukhari)



c. Sering membaca Al quran, dalam
sebuah hadist Nabi: Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam mengutus
seorang lelaki memimpin sebuah ekspedisi, dia selalu membaca sebuah
(surat) ketika shalat mengimami para pasukannya dan menutup bacaannya
dengan [قُل هو اللَّه أحد ] , tatkala mereka kembali, mereka
menceritakan hal tersebut kepada Rasulullah shallallahu `alaihi
wasallam, Ia bersabda, "Tanyakan padanya, kenapa ia melakukan hal
tersebut? lalu mereka bertanya kepadanya, Ia berkata: "Karena surat
tersebut (Al Ikhlash) menjelaskan sifat Ar Rahman, maka saya sangat
cinta untuk membacanya,” lalu Rasulullah bersabda: "Beritahu dia bahwa
Allah ta`ala mencintainya.” (Muttafaq ’alaih)

d. Mengucapkan assalamu'alaikum saat bertemu atau masuk rumah, sabda Nabi saw. :
"Demi
yang jiwaku ada di tangan-Nya, kalian tidak akan masuk surga hingga
kalian beriman dan kalian tidak akan beriman hingga kalian saling mencintai,
maukah aku tunjukkan kalian tentang suatu hal jika kalian melakukannya,
kalian akan saling mencintai, tebarkan salam di antara kalian”. (HR.
Muslim)

e. Saling mengunjungi, sabda Nabi:
"Seorang lelaki
menziarahi saudaranya di kampung lain, lalu Allah mengutus seorang
malaikat mengawasi perjalanannya, tatkala ia sampai di kampung tersebut,
malaikat berkata : "Mau kemanakah engkau?”, ia berkata : "Aku ingin
mendatangi saudaraku di kampung ini”, malaikat berkata : "Apakah engkau
mengunjunginya karena ingin mendapatkan manfaat duniawi?”, ia berkata :
"Tidak, hanya karena aku mencintainya karena Allah”, malaikat berkata :
"Sungguh aku adalah utusan Allah kepadamu bahwasanya Allah telah mencintaimu seperti engkau mencintai si fulan karena-Nya”. (HR. Muslim)

f. Ungkapkan rasa cinta anda kepadanya dengan ucapan: " Aku mencintaimu
karena Allah" dan yang diberi ucapan harus menjawab," semoga Allah
mencintaimu". Sabda Nabi:
"Ada seorang lelaki di sisi Nabi
shallallahu `alaihi wasallam, lalu seorang lelaki lewat maka yang di
sisi Nabi berkata: "Wahai Rasulullah, sungguh aku mencintai orang
ini”, Nabi shallallahu `alaihi wasallam bersabda kepadanya: "Apakah
engkau telah memberitahukannya?”, ia berkata : "Tidak”, ia bersabda :
"Beritahu dia”, lalu ia menyusul orang tersebut dan berkata :
"Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah”, lalu ia menjawab : "Semoga Zat yang engkau mencintaiku karena-Nya mencintaimu”. (HR Abu Daud)

Bilamana
tips di atas anda ikuti dan laksanakan dengan seksama niscaya anda akan
terlepas dari belenggu cinta terhadap yang fana (binasa) berganti
dengan cinta kepada Dzat yang Baqa' (kekal) yang menentramkan jiwa dan
raga.

Semoga Allah menjadikan kita orang-orang yang saling bercinta karena-Nya yang nanti dijanjikan Allah mendapat naungan 'Arsy di hari yang tidak ada naungan kecuali naungan Nya.

Akhirnya
marilah kita menadahkan tangan berdoa kepada Allah dengan doa sya'ir
cinta yang pernah dilantunkan oleh Nabi Daud dan Nabi Muhammad
shallallahu `alaihim wasallam :

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ

وَالْعَمَلَ الَّذِيْ يُبَلِّغُنِيْ إِلىَ حُبِّكَ

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ حُبَّكَ أَحَبَّ إِلَيَّ مِنْ نَفْسِيْ

وَأَهْلِيْ وَمِنَ الْمَاءِ الْبَارِدِ


(Ya
Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu untuk mencintai-Mu dan
mencintai orang yang mencintai-Mu, dan amalan yang menyampaikan kepada
cinta-Mu, ya Allah, jadikanlah mencintai-Mu lebih kucintai daripada
diriku, keluargaku, dan air yang sejuk)”
. (HR. Tarmizi)


SUMBER

Category: Renungan | Views: 123 | Added by: parung | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
Name *:
Email *:
Code *: