Sunday
2018-12-16
9:14 PM
SHARE
Parung on Facebook
Parung

member on facebook
KALENDER
«  February 2011  »
SuMoTuWeThFrSa
  12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728
Recommendations
Entries archive
Our poll
Rate my site
Total of answers: 2
Site friends
BudaxCiook Almanhaj
Statistics

Total online: 1
Guests: 1
Users: 0

P a r u n g

Main » 2011 » February » 9 » KEBERHASILAN ITU MILIK KITA
12:15 PM
KEBERHASILAN ITU MILIK KITA

Teman-teman pasti tahu kalau setiap orang pasti menginginkan hidupnya
sukses gemilang, mampu menjawab rintangan yang menghadang, harga
dirinya dihormati banyak orang, mendapatkan apa yang telah ia
cita-citakan, dan sebuah kata "berhasil” menjadi name tag yang
membanggakan. Iya! Semua orang juga tahu kalau semua orang ingin seperti
itu (halah! Belibet!).

Namun, apakah kita bisa? Jawabannya adalah SANGAT BISA. Eits, kenapa?
Kok ragu? Nih yah, sebenarnya tidak ada batasan bagi seseorang untuk
mengembangkan kecerdasan yang dimilikinya. Yang menjadi tantangan adalah
"how to learn” karena biar bagaimana pun "learn” adalah satu-satunya
proses agar pemahaman seseorang menjadi naik satu level dan seterusnya.

Terkadang banyak orang yang memaknai kata "belajar” (dibahasa
Indonesia-kan aje) sebagai sebuah tekanan atau beban yang membuat orang
tersebut menjadi enggan atau terpaksa melakukannya. Padahal, perlu
diketahui bahwa proses belajar yang paling sulit telah kita lewati lho.
Apaan tuh? BELAJAR MEMBACA. Lalu untuk apalagi kita merasa tertekan atau
beban padahal proses belajar tersulit sudah kita lewati dan berbuah
kesuksesan? Maka, jangan ragu untuk mengatakan,”keberhasilan ini
milikku!”

Masih ragu juga? Oke, dijelasin lagi. Teman-teman, inget kagak waktu
kita belajar jalan? (rame-rame jawab: kagak!). Tanya deh sama nyak-babe
kita, waktu kita belajar jalan (usia 1-2 tahun) berapa kali kita
terjatuh (nyak-babe ngitungin kagak yak?) atau coba deh kita lihat
anak-anak kecil yang lagi belajar jalan. Gedubrak… nangis (atau nggak,
mata berkaca-kaca, bibir manyun dan bergetar)… bangun… gedubrak… nangis
lagi (kali ini jidat mulai berkerut tanpa sedang berpikir)… bangun
(sayup-sayup terdengar suara ibunda, ayahanda dan kakanda yang berteriak
"Ayo, De! Jalan! Ayo Sini!”)… lalu dengan sekuat tenaga kakinya terayuh
melangkah, walau hanya satu kaki yang berhasil dan itupun hanya
berjarak 5 senti saja, tapi riuh tepuk tangan penonton heboh luar biasa,
tak ketinggalan siulan bersahut-sahutan dari arah belakang (emang lagi
manggung!). Terus tuh anak kecil seneng deh! Nyoba jalan lagi deh! Nah,
itu maksudnya! Keberhasilan bakal jadi milik kita kalau "How to Learn”
kita tidak kenal putus asa!

Teman-teman tahu nggak kenapa anak kecil yang belajar jalan tetap
mencoba lagi dan lagi walaupun sudah "gagal” dan "gagal” mulu
sebelumnya? Karena mereka tidak mengenai konsep kegagalan! Sebagai
tambahannya, ada orang-orang di sekitar mereka yang ikut mendukung apa
yang mereka kerjakan dan memberikan reward atau respon yang baik ketika
keberhasilan-keberhasilan itu telah mereka raih (yah, tepuk tangan dan
siul-siulan tadi).

So, bagi teman-teman yang ingin berhasil dalam mencapai suatu yang
telah dicita-citakan, salah satu kuncinya adalah "ubahlah” konsep
kegagalan (kalau disuruh ngelupain rasanya sulit, begitu memilukan
dihati… hiks) menjadi konsep yang dapat membakar semangat kita. Kalau
menurut Bobbi Deporter dan Mike Hernacki dalam salah satu bukunya,
kegagalan adalah sebuah umpan balik yang membawa pada sebuah
keberhasilan.

Kalau menurut saya, kegagalan berarti mendapatkan sebuah kunci baru
untuk membuka pintu keberhasilan karena dengan kegagalan kita jadi tahu
bahwa cara lama yang kita gunakan sebelumnya kurang masih kurang tepat.
Kalau menurut kamu kegagalan itu apa? Ayo, ciptakan konsep kegagalan
dengan caramu sendiri, asal dapat membuat semangatmu berkobar lagi.
Sebenarnya, yang penting itu ikhtiar terus lalu bertawakal! Pan Allah
nggak akan merubah nasib suatu kaum kalau mereka tidak merubahnya
sendiri. Maka, jangan ragu lagi untuk mengatakan, "keberhasilan ini
milikku!”

Nah, kalau sudah tidak ragu lagi bahwa keberhasilan itu milikmu. Ada
beberapa hal yang perlu dipahami sebelum beranjak pergi membuat strategi
keberhasilan. Nyang pertama, perlu diketahui bahwa emosi positif dapat
menjadi motor mesin keberhasilan kita. Kenape bisa begono? Karena emosi
positif mendorong kearah kekuatan otak, terutama bagian otak terpenting
dalam mempertahankan hidup kita, yaitu Sistem Limbik atau otak mamalia
karena bagian otak ini salah satunya berfungsi adalah sebagai pengendali
emosi. Ini menjadi salah satu alasan mengapa emosi yang baik cenderung
diikuti oleh kondisi kesehatan yang baik pula.

Nah, lanjut lagi nih, emosi positif yang mendorong kearah kekuatan
otak mengarah kepada keberhasilan kemudian mengarah lagi kepada
kehormatan diri yang tinggi dan pada akhirnya kembali mengarah kepada
emosi positif (kalau digambarin, kayak siklus). Makanya kagak heran jika
kita sudah di”cap” jago bahasa inggris atau suatu pelajaran lain di
kelas, biasanya emosi positif kita muncul, yaitu berupa percaya diri dan
menjadikan kita lebih semangat untuk belajar pelajaran itu lebih giat
lagi agar keberhasilan yang sudah kita capai tetap dapat kita
pertahankan.

Lanjut nih, hal kedua yang perlu kita pahami adalah motivasi (niat)
itu sangat perlu. Kekuatannya besar lho karena motivasi ini mengarahakan
kita pada tujuan yang hendak kita capai, bahkan lebih jauh lagi, yaitu
apa manfaatnya jika tujuan itu sudah tercapai. Prinsipnya begini,
"segala sesuatu yang ingin kita kerjakan harus menjanjikan manfaat kita,
entah itu barang yang sifatnya dapat dilihat ataupun tidak (pahala kan
tidak terlihat yak!). jika tidak, kita tidak akan termotivasi untuk
melakukannya. Jadi mau-gak mau, kita musti pinter-pinter mencari (atau
bahkan menciptakan) apa manfaat dari apa yang akan kita perjuangkan.
Misalnya, para aktivis dakwah nggak kenal kata lelah ngajakin
temen-temennya untuk ngaji. Kenapa? Karena mereka termotivasi oleh suatu
hal yang menjanjikan. Bedanya (dan ini adalah yang hebatnya), hal yang
menjanjikan itu tidak hanya bermanfaat bagi dirinya (bahkan kalau
dihitung secara materi, pengorbanan yang mereka keluarkan tidak selalu
dibalas sama sesuatu yang terlihat) tapi lebih kepada manfaat bagi umat
Islam. Mereka mempunyai visi mulia kedepan: kebangkitan Islam. Dua kata
ini yang menjadi motivasi besar mereka dalam mencapai keberhasilan
tersebut. Subhanallah, yak, ditengah-tengah masyarakat dunia yang
kebanyakkan lebih mementingkan diri mereka sendiri, ada segelintir orang
yang melakukan suatu hal baik untuk orang lain dan yang mereka harapkan
hanya ridha dari Sang Pencipta saja.

So, tunggu apa lagi! Ayo mulai dari sekarang, kita rumuskan
strategi-strategi jagoan kita supaya kita berhasil dalam mencapai
cita-cita yang udah kita rencanakan! Asal niatnya lurus hanya untuk
Allah, yak, insya Allah Barakah!


…maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang berputus asa.
Ibrahim berkata, "tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat
Rabb-nya, kecuali orang-orang yang sesat."
(QS. Al-Hijr : 55-56)

Seorang pemimpin haruslah seorang pemimpi karena ia harus mampu berimajinasi jauh kedepan tentang apa yang ia perjuangkan

SUMBER: klik disini

Category: Renungan | Views: 138 | Added by: parung | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
Name *:
Email *:
Code *: